Tampilkan postingan dengan label Info Terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Terkini. Tampilkan semua postingan

Hari ini, Ribuan mahasiswa di 50 Kota Unjuk Rasa Tuntut Copot Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya


Jakarta – Hari ini (26/5) Ribuan mahasiswa dari 50 kota di seluruh Indonesia menggelar unjuk rasa menuntut pencopotan Kapolres Jakarta Pusat. Unjuk Rasa ini adalah buntut dari represifitas aparat saat membubarkan Aksi KAMMI di Depan Istana Merdeka Rabu (23/5) kemarin. Dalam siaran persnya, Ketua Umum PP KAMMI Kartika Nur Rakhman menyatakan bahwa unjuk rasa yang digelar di 50 kota adalah bentuk solidaritas mahasiswa atas Represifitas, kekerasan, dan penganiayaan yang dilakukan Aparat Kepolisian terhadap Aksi Unjuk Rasa KAMMI pada rabu (24/5) lalu.

Nur Rakhman menambahkan, Kepolisian harus menghentikan standar ganda dalam menghadapi aspirasi masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat sudah sangat resah dengan standar ganda ýang sudah tidak bisa ditolerir lagi. “Reformasi di tubuh Kepolisian nampaknya telah gagal. Kepolisian kini menjelma menjadi Tirani baru dalam penegakan hukum Indonesia. KAMMI dan  mahasiswa Indonesia akan melawan tirani hukum yang dilakukan oleh aparat negara, baik eksekutif maupun yudikatif”, ujar nur rakhman.

Nur Rakhman melanjutkan, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla harus serius membenahi etika dan kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Dimulai dari memberikan Sanksi tegas yakni pencopotan Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk sanksi dan pelajaran agar tak ada lagi represifitas aparat dalam mengawal Demonstrasi Mahasiswa. “Bila Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya tidak segera dicopot, maka akan menjadi pembenaran bahwa Presiden Jokowi membenarkan dan terlibat dalam tindakan represif dan kekerasan aparat kepolisian”, tandas Riko.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Riko Tanjung mengatakan bahwa kejadian seperti ini tidak perlu terjadi bila aparat kepolisian tidak diskriminatif dan represif dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa. “Mahasiswa adalah penjaga stabilitas kondisi kebangsaan dan pengawal demokrasi. Ini adalah tugas sejarah yang akan dijalankan mahasiswa. Represifitas aparat kepolisian kepada mahasiswa adalah tindakan
anti demokrasi dan mengancam stabilitas kondisi kebangsaan. Ini harus dihentikan”, ujar Nur Rakhman.


“Bila ada aspirasi dan demonstrasi massif dari mahasiswa, ini menunjukkan ada yang salah dalam Negeri ini. KAMMI lahir dari keprihatinan bangsa atas krisis 1998. Tugas sejarah KAMMI adalah merawat dan menjaga Indonesia agar tidak ada lagi krisis serupa 1998 yang menyengsarakan rakyat, merusak tatanan demokrasi dan meruntuhkan keutuhan persatuan Indonesia. Ini semua dilakukan agar Cita-cita Kemerdekaan yang dirumuskan pendiri bangsa bisa diwujudkan tanpa ada yang mendestruksi’’, pungkas Riko.

Aksi TPPJ KAMMI :Tolak Poilitik Uang





Sejumlah mahasiswi yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi aksi wujudkan pilkada damai di lokasi pelaksanaan hari bebas kendaraaan bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/4). Aksi yang digelar oleh Tim Pengawal Pilkada Jakarta (TPPJ) KAMMI itu menyuarakan supaya Pilkada DKI Jakarta terbebas dari praktik money politik yang dapat menghancurkan demokrasi bangsa. 

Ketua Pengurus Wilayah KAMMI Jakarta, Najmu Fuadi, mengatakan setidaknya ada tiga bentuk kecurangan yang patut diwaspadai.

"Pertama kecurangan money politik atau serangan fajar. Kedua adanya pemilih siluman. Dan ketiga, kecurangan dalam perhitungan dan rekapitulasi suara," katanya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Selain itu, pihaknya dari Tim Pengawal Pilkada Jakarta (TPPJ KAMMI) juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya mahasiswa untuk terlibat langsung dalam mengawal suksesnya Pilkada Jakarta agar terhindar dari praktek-praktek kecurangan: seperti money politic, manipulasi Suara, dan pemilih gelap.

"TPPJ mengundang seluruh mahasiswa dan pemuda yang peduli tegaknya kedaulatan rakyat dalam Pilgub DKI," katanya.

Najmu berharap agar gelaran Pilgub DKI putaran kedua yang akan datang bisa berjalan dengan lancar, tertib, damai, dan tanpa kecurangan. Sehingga, produk kepemimpinan yang dihasilkan benar-benar berasal dari suara rakyat, bukan hasil dari kecurangan.



KAMMI Se-Jaksel Lakukan Aksi Solidaritas untuk Bencana Garut dan Sumedang



Ahad (25/09/2016) sejumlah relawan dari KAMMI lintas Komisariat se-Jakarta Selatan melakukan aksi solidaritas untuk bencana banjir dan longsor yang terjadi di Garut serta Sumedang. Aksi ditunjukkan dengan penyampaian orasi dari masing-masing komisariat, pembacaan puisi, dan penggalangan dana di sekitar Bundaran Hotel Indonesia.

Sekitar 46 kader KAMMI menyebarkan kotak donasi di beberapa titik pada area Car Free Day. Total Donasi yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 5.192.200 dan 1 dolar. Donasi ini akan disalurkan Melalui KRC Pusat yang terjun langsung Ke lokasi bencana.

Kemudian pada saat itu juga, KAMMI lintas komisariat se-Jakarta Selatan menyampaikan pernyataan sikap atas bencana yang terjadi di Garut dan Sumedang, antara lain:

1. Atas dasar kebersamaan juga keprimanusiaan KAMMI mengajak kepada seluruh rakyat Jakarta turut serta memberikan bantuan, baik secara materi, moril, dan do'a.

2. Bahwa bencana alam yang terjadi di Garut dan Sumedang bukan hanya berbicara tentang peristiwa yang terjadi,vnamun hal ini merupakan indikasi rusaknya ekosistem yang ada di sana, dengan demikian mendukung pemerintah daerah, wilayah, pusat. Memperhatikan bencana ini sebagai pelajaran untuk tidak memberikan izin pengembangan kepada perusahaan yang tidak memperhatikan ekosisitem sekitar.

3. Mendukung dengan penuh pencerdasan pemerintah daerah, wilayah, ataupun pusat terhadap pentingnya memperhatikan ekosistem yang berlangsung dengan baik, guna memperlancar juga mengantisipasi bencana serupa terhadap daerah-daerah di Indonesia lainnya.

4. Menghimbau kepada seluruh elemen KAMMI yang berada di seluruh Indonesia umumnya, dan Jakarta Selatan khususnya untuk memberikan bantuan dana baik secara materi, moril, serta do'a. Juga turut serta dalam penanggulangan bencana serta antisipasi bencana baik secara pribadi maupun bekerja sama dengan semua pihak.

(rep: iffa)


Total Donasi Rp 5.192.200,- dan 1 Dolar

KAMMI LIPIA Berhasil Salurkan 12 Hewan Qurban



Selasa, 13 September 2016 bertepatan dengan tanggal 11 Dzulhijjah 1437 H, KAMMI LIPIA sukses mengadakan acara peringatan hari Raya Iduladha dengan menyembelih 12 hewan kurban bersama Istana Qur'an Al Fath, TPA khusus anak kurang mampu, tepat terletak di kampung binaan KAMMI LIPIA, Kel. Tegal Parang, Kec. Mampang Prapatan.

Kegiatan ini terselenggara dibawah arahan Departemen Sosial Masyarakat KAMMI LIPIA yang langsung dipantau oleh ketua umum komisariat. Pada pelaksanaan qurban tahun ini, panitia memotong 12 hewan qurban hasil pengumpulan dari para donatur dan sepuluh kantong daging sapi distribusi dari PLN Ragunan. Ini merupakan capaian yang diluar perkiraan panitia, yang diawal hanya menargetkan lima kambing.

"Allahu Akbar! Alhamdulillah barakallah! Ini bakal menjadi qurban terhebat dalam 10 tahun terakhir" Ucap Saifudin, kepala sekolah TPA Al Fath.

Apa yang dikatakan kepsek TPA Al-Fath dirasa tidak terlalu berlebihan, sebab tahun lalu KAMMI LIPIA hanya mampu memotong dua ekor kambing untuk dibagikan.

"Kami berharap agenda rutin berupa qurban tahunan ini membuat kader lebih peka terhadap permasalahan sosial yang ada di sekitar lingkungannya dan semakin menguatkan ikatan ukhuwah sesama kader," ucap Fahmi, Kadept Sosmas.

Berikut nama-nama penderma yang menyalurkan hewan qurbannya lewat KAMMI LIPIA : 

1. Siti Asri D Bani
2. M Saihul Basyir
3. Pusokowati Bani
4. Syarif Hidayatullah
5. Wati
6. Suhairy Ilyas
7. Indra Setiawan
8. Ahmad Kamil
9. Ruqouyah Qonita Nurdin
10. Muliani Prasanti
11. PT UrbanQurban (2 ekor)

(rep: Basyir / red: Kasyaf)

Hewan Qurban
Anak-anak TPA IQ Al Fath

Pemotongan Daging Qurban
Pembagian Daging Qurban
Pendistribusian Daging Qurban Secara Simboks

Ratusan Muslimah Jabodetabek Bagikan 400 Jilbab Syar'i pada IHSD


Ratusan muslimah berjilbab ungu dan para muslim Jabodetabek memadati area Car Free Day Jl. MH Thamrin Jakarta pada Ahad (11/09/2016), untuk memperingati Internasional Hijab Solidarity Day ( IHSD ). "Yuk Berjilbab Syari" merupakan tagline yang diusung dalam acara ini. Pihak yang mendukung acara ini terdiri dari Solidaritas Peduli Jilbab, Muslim Design Community, Islamic Otaku Community, Sahabat Muslimah, Rumah Dakwah Indonesia, Man Jadda Wajada, Komunitas Tahajud Berantai, Gerakan Pemuda ESQ 165 Jakarta, Cordofa, Gerakan Memakmurkan Masjid, PASKHAS KAMMI Jakarta, Sahabat Shalawat, DPP ODOJ, Gerakan Nasional Anti Miras Pendaki Hijabers, Sedekah Harian, Hijab Syar’i Tangerang, Dakwah Harian, Jakarta Sinergi, Tangerang Sinergi, FSLDK dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). 

Aksi dimulai dengan membentuk long march dan melakukan jalan santai dari area Monas hingga berakhir di area Halte Tolsari. 

Selama jalan santai, massa meneriakkan yel-yel tentang ajakan berjilbab syar'i yang dipimpin oleh Irvan Reza Fahrezi (Ketua Panitia Peringatan Internasional Hijab). "Tutup aurot, pakai jilbab! Pakai jilbab dong ! Yuk berjilbab syari. Disini jilbab, disana jilbab, dimana-mana wajib berjilbab", teriak mereka.

Pada titik akhir long march, para perwakilan komuitas menyampaikan orasi-orasi mengenai jilbab. Orasi disampaikan oleh Irvan Reza Fahrezi dari panitia, Azizah Nurrabbaniyah perwakilan dari Paskhas KAMMI Jakarta, Siti Nurul Hidayah dari FSLDK, Amalia Dian Ramadhani dari Peduli Jilbab, Jimmy Juliand dari KAMMI, serta Hamas Syahid dari kalangan artis yang juga menyampaikan puisi.

Aksi solidaritas kepada juga dilakukan dengan mensosialisasikan urgensi jilbab syar'i dan membagikan jilbab syar'i secara gratis di lima titik sekitar area HI. Lebih dari 400 jilbab syar'i berhasil dipakaikan secara langsung oleh tim pembagi jilbab pada para muslimah yang belum memakai jilbab di sekitar CFD.

(rep : Iffa)


Saatnya KAMMI LIPIA Berkarya




KAMMI LIPIA mendapat semangat baru dengan dilantiknya susunan kepengurusan tahun 2016/2017 di Aula Al-Ikhlas, Jati Padang. (Jumat malam, 13/05/2016)

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PD Jaksel, Abdullah Mas'ud Al Akhyari sebagai pengurus yang memiliki wewenang untuk melantik di tingkat komisariat. Juga beberapa tamu undangan dari organisasi internal kampus seperti HMI, LDK, FOSKI dan lain-lain.

Tema besar yang diusung pada kepengurusan kali ini "KAMMI LIPIA BERKARYA", hal ini yang menjadi jargon ketua terpilih Ahmad Amrin Nafis ketika menyampaikan sambutan dan orasi politiknya pada saat pemilihan lalu. 

Dalam sambutannya, Nafis (sapaan beliau) mengajak seluruh anggotanya untuk dapat bekerja bersama-sama demi mewujudkan jargon yang didengungkan; KAMMI LIPIA Berkarya dengan tetap menikmati proses yang akan dihadapi nanti.

"Sudah saatnya KAMMI Lipia membuat karya, tidak hanya menikmati saja, karena dengan ini kita bisa berkontribusi lebih terhadap gerakan, agama dan bangsa dengan tetap teguh menjalani proses yang ada dan menikmatinya", papar Nafis.

Senada dengan Ketua Umum baru, ketua kamda Jaksel berpendapat bahwa ia memimpikan KAMMI LIPIA di masa depan bisa dikenang dan dikenal dengan karya-karyanya.

"Saya selalu memimpikan jika ada orang yang menyebut nama KAMMI, maka yang terbesit langsung ialah KAMMI LIPIA, maka untuk mewujudkan cita-cita ini saya berharap teman-teman dapat membuat karya-karya yang bermanfaat," tutur Mas'ud.

Kegiatan ini ditutup dengan sebuah tradisi unik yang telah berlangsung selama komisariat ini dibentuk, yaitu penyerahan jaket kebesaran KAMMI LIPIA dari ketua umum demisioner kepada ketua umum baru.(rep/kasyaf)









Penyerahan Jaket Kebesaran 












Foto Bersama Perwakilan Organisasi 






Kumpul Antar Departemen 














KAMMI Komisariat LIPIA Gelar Workshop Kepenulisan



Jakarta- KAMMI Komisariat LIPIA menggelar workshop kepenulisan yang diinisiasi oleh salah satu departemen internal KAMMI yang membidangi masalah media dan komunikasi; Mekominfo. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu 2 April di Masjid Ar-ruhama, Jati Padang-Jakarta Selatan. Puluhan pengurus KAMMI tampak menghadiri acara ini.

Di awal sesi, pemateri workshop, Erwyn Kurniawan mengatakan betapa pentingnya menulis bagi seorang aktifis jika tidak ingin gagasan dan idenya menguap hilang begitu saja.
“Suatu ide atau gagasan itu harus ditulis, karena kalau diucapkan saja tidak akan bertahan lama, bahkan hilang, tetapi jika ide itu ditulis, ia akan tetap hidup, bahkan ketika kita sudah tiadapun. Contohlah tokoh-tokoh yang sudah tiada tetapi karya mereka tetap dibaca dan dikenang sampai saat ini, seperti M Natsir, HOS Cokroaminoto dan lain-lain,” terang penulis best seller “The Great Story of Muhammad” itu.

Setelah pemateri selesai menjelaskan prolog tentang betapa pentingnya menulis dan perang opini melalui tulisan. Lebih lanjut, acara diteruskan dengan materi dasar tentang bagaimana menulis berita, opini dan tulisan bebas.

Asyiknya acara ini tidak melulu berkutat pada teori, tapi langsung dibarengi dengan praktek. Ketika satu materi telah selesai dijelaskan, pemateri langsung memerintahkan untuk langsung praktek menulis dan dibedah ketika itu juga, sehingga para peserta dapat mengetahui di mana letak tulisannya yang kurang baik.

Acara ini banyak mendapat apresiasi dari peserta yang hadir, salah satunya dari staf kastrat, Akh Hilal. Ia mengatakan bahwa dengan acara ini, bisa mengetahui cara menulis yang benar dan memberikan motivasi lebih untuk terus latihan.

“Workshop tadi bagus sekali, jadi tahu kalau menulis itu caranya begitu, dan kita harus banyak latihan menulis lagi, agar tulisan kita jadi semakin bagus dan layak dibaca oleh orang banyak. Sehingga ketika sudah matipun, tulisan kita masih hidup bahkan masih dikenang,” ujarnya saat dimintai pendapat.
(kasyaf/kas)


Ustad Erwyn Kurniawan

Makan Bersama
Penyerahan Kenang-Kenangan


Untuk Kemajuan Media, KAMMI LIPIA Berkunjung ke Redaksi UMMI





Dalam rangka memperat ukhuwah islamiyah sekaligus study banding, KAMMI Komisariat LIPIA melakukan silaturahmi  ke Majalah UMMI Rabu kemaren (30/ 3). Dengan diprakarsai oleh Departemen Mekominfo, sejumlah pengurus berangkat dari kampus LIPIA menuju Kantor Redaksi UMMI yang beralamat di Jl. Mede Utan Kayu Utara, Jakarta Timur .
Kedatangan KAMMI disambut hangat dan ramah oleh para redaktur Majalah UMMI, hingga kami dituntun masuk menuju aula pertemuan. Di awal sesi para redaktur Majalah UMMI memperkenalkan diri dan kemudian mempresentasikan sekilas tentang Majalah UMMI, mulai dari sepak terjang penerbitan Majalah UMMI yang telah berdiri sejak tahun 1989, hingga sekarang Majalah UMMI dapat menarik ribuan pembaca.
Mbak Mala , salah satu redaktur Majalah UMMI menjelaskan, bahwa bukanlah suatu hal yang mudah, majalah Ummi bisa eksis sampai saat ini, perlu adanya kerja keras. Majalah UMMI selalu rutin mengadakan pertemuan dan survei, membuat perencanaan yang matang, yang tentu tetap berada dalam koridor sebagaimana visi dan misi yang telah ada.
Selanjutnya, Tidak lupa para redaktur Majalah UMMI mengajak staff Mekominfo untuk berdiskusi bagaimana cara menciptakan media cetak maupun online yang baik. Dimulai dari keharusan memahami positioning organisasi di lapangan dan target atau visi misi media yang akan diterbitkan. Kemudian disusul pengembangan kreatifitas konten, design, dan pasaran. "Bisa dicoba magang agar dapat ilmu dan pengalamannya. Tidak hanya di Majalah UMMI, namun bisa magang di media-media lain." saran salah seorang redaktur.
Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada redaksi Majalah UMMI yang telah menerima kami dengan baik, dan juga sabar dalam menjawab pertanyaan maupun memberi masukan. Di akhir sesi, foto-foto bersama sekaligus pemberian kenang-kenangan dari KAMMI Komisariat LIPIA untuk Redaksi Majalah UMMI. "Terimakasih sudah berkunjung kesini, semoga banyak pelajaran yang bisa di ambil dan bermanfaat." ungkap para redaktur Majalah UMMI.


Ratusan Mahasiswi LIPIA Memadati Acara "Tarhib 'Aam 2016"

Sabtu, 20 Februari 2016, para mahasiswi LIPIA mengikuti acara "Tarhib 'Aam Jadid 2016" di Aula Masjid Al Ikhlas Jatipadang. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama dari berbagai organisasi di LIPIA, FORMALIS, FOSKADIYAH, FORMASIS, SYAMIL, FDK Hawary, LDK Al Bashiroh, KAMMI Komisariat LIPIA, dan LDK Al Fatih. Acara ini mengusung tema "Mendulang Ilmu, Mengusung Semangat" dengan pembicara dua Ustadzah kita tercinta di kampus biru, Ustadzah Irianis Rosyidin dan Ustadzah Jihan Azhari.
Para Mahasiswi dari berbagai kampus, apalagi LIPIA, sangat antusias mengikuti acara ini. Terbukti dengan membludaknya pendaftar dengan total pendaftar 175 akhwat, dan total yang hadir 161 akhwat.
MC membuka acara dengan menyadarkan para peserta tarhib 'aam tentang pentingnya semangat menuntut ilmu di LIPIA. Kemudian dilanjutkan sesi pertama bersama Ustadzah Irianis Rosyidin dengan tema "LIPIA dari masa ke masa". Beliau menceritakan LIPIA ketika di Salemba, sebelum berada di Jl. Buncit sekarang ini. Beliau menjelaskan bagaimana LIPIA zaman dahulu yang jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Beliau juga menjelaskan bagamaina perjalanan LIPIA sehingga membuka kampusnya sebagai tempat menimba ilmu para kaum hawa, yang dahulunya hanya menerima pelajar kaum lelaki saja. Lalu pesan dari Ustadzah, bahwa kita di LIPIA itu untuk mencari ilmu, bukan sekedar mencari gelar " LC".
Sebelum memasuki sesi kedua, para peserta melakukan beberapa game seru dan penampilan Nasyid dari tema-teman LIPIA. Sesi kedua itu, dilaksanakan bersama Ustadzah Jihan Azhari dengan tema "Tajdidun Niat". Beliau menjelaskan bahwa apapun hal yang kita lakukan harus tau tujuan yang sebenarnya. Kemudian kita fokus mewujudkan tujuan yang kita rencanakan tersebut. Seperti di LIPIA ini, kita harus tau tujuan kita disini. Kita harus tau bahwa kita disini untuk menuntut ilmu dan berdakwah. Dan untuk mewujudkannya kita harus fokus terhadap hal itu. Jadi, kita harus fokus terhadap apa yang kita cari dan pelajari LIPIA. Sehingga kita bisa lebih maksimal dalam mendakwahkan ilmu yang kita miliki.
Tak lupa disediakan bubur kacang ijo dengan roti tawar ketika istirahat, untuk para peserta. Ratusan mahasiswi pun bersama-sama menyantap lezat bubur kacang ijo. Di penghujung acara, ada acara spesial, yaitu menonton bersama video dokumenter dari masing-masing organisasi. Kita saling memperkenalkan kegiatan-kegiatan dan berbagi pengalaman dalam organisasi yang kita jalani.Terakhir ada pembagian kado spesial bagi 10 pendaftar pertama, 10 pendatang pertama, dan para penanya.
Semoga dengan acara Tarhib 'Aam ini, para mahasiswi khusunya LIPIA lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu dan mendakwahkan ilmu yang mereka bebani. Selain itu juga menguatkan ukhuwah islamiyah antara mahasiswi-mahasiswi dan organisasi-organisasi di LIPIA.
Top of Form
Bottom of Form
Top of Form
Bottom of Form


 






Pembukaan Oleh MC
Bubur Kacang Ijo




Bersama KRC, Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Bencana Alam



Jakarta, Ahad (14/2/2016) pagi tadi, Korps Reaksi Cepat (KRC) bekerja sama dengan BEM Fakultas Sains dan Teknik Universitas Sampoerna menggelar aksi penggalangan dana untuk korban bencana alam di Indonesia, khususnya bencana tanah longsor dan banjir yang menimpa masyarakat di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

      Aksi penggalangan dana dilaksanakan pukul 06.00 dan berakhir pukul 09.30 yang bertempat di dua titik di jakarta yaitu di car free day Jl.MH.Thamrin dan Taman Tebet Jakarta Selatan. 

"Reancananya aksi penggalangan dana akan di adakan selama sepekan ini di Jakarta dan juga di beberapa titik di indonesia", ujar Soni Ahmad Fauzi selaku kordinator lapangan aksi tadi pagi
.
      Aksi ini mengusung tema "INDONESIA SIAGA BENCANA" dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 2.363.000,- dari dua titik pengumpulan dana di Jakarta, dana tersebut akan di salurkan langsung Korps Reaksi Cepat (KRC) selaku penyelenggara aksi penggalangan dana. 

      Bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan bantuan berupa uang, pakaian, atau perlengkapan sekolah bisa menghubungi kordinator daerah KRC atau komisariat KAMMI terdekat.

Oleh : Muh. Bahrudin