Sudahkah kau temukan jawaban
nya?
Menulis itu mudah, bahkan
anak SD saja sudah di ajarkan menulis. Beda nya di SD anak-anak di ajarkan tata
cara menulis huruf yang baik dan benar. Sedang kita? Bukankah kita sudah lihai
menarikan jemari kita dengan pena di atas kertas?
Sekarang adalah saat nya kita belajar menulis yang tidak
sekedar melukis huruf, tapi juga melukiskan kalimat, kisah hidup, nasihat, puisi,
opini publik dan masih banyak lagi.
Alasan mengapa kita harus menulis adalah, karena dengan
menulis akan mempertajam analisis dan daya fikir kita. Secara tidak langsung,
jika anda ingin menulis tentu anda harus mencari ide, inspirasi atau referensi
agar dapat menghasilkan sebuah tulisan. Dengan itulah secara tidak langsung
menulis dapat mempertajam daya fikir dan analisis kita.
Kemudian, menulis juga sebagai sarana kita merefrehs
pengetahuan. Atau lebih tepatnya memperbaharui pengetahuan kita. Inilah faktanya.
Menulis menuntut kita untuk lebih aktif berfikir, dan beranalisis. Sastra bukan
sekedar seni, tetapi kebermanfaatan intelektual dan kecerdasan masyarakat.
Menulis itu kerja keabadian. Bahkan saya pernah mendengar
sebuah ungkapan, ‘tetesan pena penulis lebih mulia dari tetesan darah syuhada’.
Menjadi penulis juga bukan hal yang spontan. Segala sesuatu butuh proses, kerja
panjang dan kerja keras. Roma tidak di bangun dalam sehari. Begitulah dengan
penulis, tidak asal jadi. Tapi membutuhkan proses panjang. Nikmatilah proses
tersebut. Jadi, apa alasan anda untuk tidak menulis? Siapa yang akan
mencerdaskan masyarakat bangsa ini jika bukan kita? Lalu, kapan anda akan mulai
menulis? Mulailah dari sekarang. Targetkan satu hari anda harus menciptakan
satu tulisan. Puisi, narasi, opini dan masih banyak lagi bentuk tulisan yang
bisa anda ciptakan. Jangan berhenti bergerak, jangan berhenti mencari ide dan
inspirasi. Dunia ini luas teman, banyak hal yang dapat kau tulis. Carilah
sejuta alasan mengapa anda harus terus menulis.
EmoticonEmoticon