Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

One Day Training Bekam








Institut Dakwah Tauhid (IDETE) bekerjasama dengan Bidang Perempuan di bawah naungan KAMMI Komisariat  LIPIA  telah sukses menggelar pelatihan One Day Training Bekam.

Acara yang dilaksanakan pada hari Ahad, 5 November di Aula Masjid Al-Ikhlash lantai 4, Jati Padang, Pasar Minggu. Dihadiri oleh 34 peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswi dan umum.

Pelatihan yang ditujukan khusus untuk akhwat ini mengambil tema Melestarikan Pengobatan Rasulullah SAW. Bekam adalah metode terapi klasik yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya dan telah teruji keefektifitasan-nya untuk mencegah, mengobati dan meringankan berbagai penyakit.

Oleh karena itu, melalui pelatihan ini, diharapkan semua peserta dapat menguasai softskill bekam yang nantinya dapat dipraktikkan secara langsung kepada masyarakat. Mengingat pentingnya keutamaan bekam ini, maka One Day Training Bekam melaksanakan tiga sesi dalam membekali softskill pesertanya, sesi yang pertama dimulai dengan materi Konsep Sehat dan Sakit” oleh Ns. Utari Suzan Balqis S,Kep. Kemudian dilanjutkan dengan materi “Satu Keluarga Satu Pembekam” oleh Ummi Iis Muflihat, pemilik rumah bekam di Depok. Untuk sesi yang ketiga, semua peserta berpasangan melaksanakan praktik bekam yang diawasi oleh pemateri sebelumnya, dibantu dengan seorang asisten yaitu Ibu Ria Ratnaningsih.

Output yang ingin dicapai adalah setiap peserta dapat melaksanakan konsep sehat ala Rasulullah SAW dengan mengikuti pengobatan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, salah satunya bekam. Pelatihan yang sekaligus kegiatan sosial ini melibatkan tiga orang ibu dari TPA-IQ Al-Fath yang kami fasilitasi secara gratis.
Karena beragamnya makanan yang kita konsumsi ditambah dengan pola hidup yang tidak sehat, menyebabkan banyak sampah yang tertimbun dibawah permukaan kulit kita dalam bentuk toksin atau darah kotor. Dan itu harus dikeluarkan dengan Bekam.” Ujar salah satu pemateri. 

Acara ditutup dengan penjelasan singkat bagaimana menjaga alat bekam agar tetap steril oleh Ibu Utari. Selain kemampuan bekam, para peserta senantiasa dibekali dengan keyakinan bahwa kesembuhan datangnya hanya dari Allah SWT dan bekam yang disertai dengan keyakinan pasien dan terapisnya hanyalah salah satu jalan untuk memperolehnya. 

Tak kalah penting, pelatihan bekam ini tidak akan sukses kecuali Allah telah menakdirkan kesuksesan, kemudian atas kerja keras para panitia yang mengorbankan waktu dan kemampuannya untuk membantu terselenggaranya acara ini. Semoga dengan acara ini Allah ridhoi dan Allah takdirkan kita dengan rahmatnya untuk berkumpul bersama dengan Rasulullah di akhirat kelak. Amiin.

( Rep : Siti Nuril Fatimiyyah) 



~Sedang mendengarkan arahan untuk persiapan praktek~

~Foto berang peserta dan pelatih~







             


Kemuliaan perEMPUan



Islam memandang perempuan memiliki banyak keistimewaan. Bahkan, al-Quran telah banyak mengungkap kepada kita tentang kedudukan seorang perempuan. Rasulullah SAW ketika ditanya siapa orang yang paling berhak dihormati, beliau menjawab, "Ibumu! Ibumu! Ibumu! Kemudian ayahmu." Subhanallah, begitu mulianya seorang perempuan dalam Islam.

Perempuan yang mulia, bukan mereka yang hidup serba ada, bukan mereka yang selalu dipuja, bukan pula mereka yang mampu menaklukan banyak pria.

Julukan perempuan sejati adalah untuk mereka yang mampu menjaga kehormatannya, menghias diri dengan iman dan taqwa, dan mampu menjaga akidahnya.

Perempuan sejati adalah mereka yang berupaya mencerdaskan diri untuk perkara dunia dan akhiratnya.

Perempuan sejati adalah mereka yang mampu berfikir 2 kali. Berfikir untuk dirinya juga untuk keluarganya.

Dan hanya mereka perempuan sejatilah yang dapat disebut butir-butir berlian. Karena mereka mampu menjaga diri kapanpun dan dimanapun.

Begitulah banyak keistimewaan yang dimiliki perempuan sejati. Itulah mengapa mereka disebut perEMPUan. Artinya, mereka telah dipercaya memiliki berbagai keahlian. Pun seorang EMPU haruslah dihormati, dimuliakan, dibimbing dan disayangi.

Perempuan adalah perhiasan dunia, pun ia adalah tiang negara.

Maka dari itu, untuk kalian para perempuan. Jangan ragu untuk menyerukan aksi, karena kalian adalah pembentuk generasi. Jangan takut untuk menjadi berbeda, asal kalian bermanfaat untuk sesama.

Sungguh, kalian lebih dari itu perepuan sholihah.


Penulis : Anggun Sukma Faradila ( Sekretaris al-Fath)

Perhiasan Islami


Perhiasan adalah pernak pernik yang identik dengan perempuan. Karena perempuan itu cantik, dan suka pernak pernik yang cantik cantik. Perilaku yang cantik, ekspresi yang cantik, make up yang cantik, baju yang cantik, segalanya yang terlihat cantik, perempuan menyukainya. Karena itu wanita gila terhadap perhiasan, karena perhiasan bisa bikin cantik.

Tapi dalam Islam, perempuan adalah kecantikan itu sendiri. Perempuan adalah kecantikan yang membuat segala di sekitarnya terlihat cantik. Suatu ruangan terasa benderang dan ceria jika hadir seorang perempuan di dalamnya. Acara televisi digilai masyarakat karena banyak bintang perempuan yang tampil. Dan dalam aspek kehidupan lain. Situasi yang melibatkan kehadiran perempuan jadi terasa berbeda. Jadi pendeknya, Islam menganggap perempuan adalah perhiasan. Dan sebaik – baik perhiasan adalah perempuan shalihah.

Apa sih yang menjadikan perempuan itu perhiasan? Tentu saja wujudnya secara fisik adalah perhiasan. Islam membaginya menjadi perhiasan yang tampak, dan tidak (boleh) tampak.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (An Nur : 31)

Nah, seluruh tubuh perempuan adalah perhiasan. Perhiasan yang tampak adalah wajah dan telapak tangan, selebihnya harus dilindungi, dan dibatasi siapa yang boleh melihatnya.

Perempuan suka sekali make up. Karena dianggap menambah kecantikannya. Sesuatu yang cantik jadi semakin cantik menggiurkan setelah dipulas makeup. Maka Islam juga membaginya, menjadi makeup yang boleh ditampakkan dan tidak boleh.

"Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang – orang jahiliyah yang dahulu." (Al – Ahzab: 33)

Ada beberapa hiasan yang diatur dalam islam. Dalam sebuah hadist,

"Kami dilarang berkabung untuk mayat lebih dari tiga hari, kecuali atas suami selama empat bulan sepuluh hari. Kami tidak boleh bercelak, memakai wewangian, dan memakai pakaian yang bercelup." (HR. Bukhari & Muslim)

Bila dibaca dan dipahami dari hadis diatas, berarti selain hari berkabung kita diperbolehkan untuk bercelak, memakai wewangian dan pakaian yang bercelup. Ada hadis lain juga yang menyebutkan larangan – larangan pada kondisi berkabung (ihdad).

Ibnu Qudamah Al – Hanbali berkata, “Haram atas perempuan yang tengah berkabung memerahkan wajahnya dengan bahan yang digunakan untuk memerahkan wajah (kalkun), dan memutihkannya dengan bahan berwarna putih untuk berdandan (‘arais), karena yang demikian lebih tinggi pemakaiannya daripada khidhab.”

Nah, itu artinya perempuan Islam juga diizinkan memakai make up, namun tidak boleh berlebihan, dan tidak di masa berkabung setelah kematian suaminya. Make up-nya pun hanya diizinkan di area yang boleh diperlihatkan, yaitu wajah dan telapak tangan.

Namun setelah semua pemaparan tentang perhiasan perempuan secara fisik. Ada perhiasan sesungguhnya yang dipuja dan dibanggakan Islam akan keindahannya. Yaitu perempuan shalihah. Islam sangat menjunjung tinggi term perempuan shalihah. Karena perempuan dengan akhlak yang mulia dan perangai santun menyejukkan, akan mengeluarkan aura kecantikannya yang sesungguhnya.

Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Karena menjadi perempuan shalihah itu artinya menaati semua perintah Allah dan RasulNya. Dan apakah yang lebih indah dari seorang yang cantik wujudnya yang menaati Tuhannya sehingga cantiklah perilakunya. Kecantikannya sempurna. 

Oleh : Atikah Kinasih 

Kapitalisme Lecehkan Wanita

Semenjak berakhirnya Perang Dunia II dan berdirinya PBB, keuangan dunia dipegang oleh 5 negara pemilik hak veto, terutama AS. Saat itulah sistem kapitalisme mulai menjajah negeri-negeri di dunia ini, termasuk Indonesia. Walaupun di awal pemerintahan Soekarno menolak tegas sistem kapitalisme dan ingin menghancurkannya, namun penyebaran sistem kapitalisme ini tak dapat terbendung pada zaman pemerintahan Soeharto. Soeharto yang sering berhubung erat dengan AS maupun PBB, menjadikan Indonesia semakin teracuni oleh sistem Kapitalisme.

Langkah kapitalisme terus berkembang setiap tahunnya, terlihat dari kenaikan BBM yang kita rasakan terus- menerus. Banyak masyarakat yang kurang menyadari bahawa 36 kali kenaikan BBM semenjak tahun 90-an hingga saat ini sangat menguntungkan kaum kapitaslis. Belum lagi akhir-akhir ini dihebohkan dengan keberlanjutan proyek Reklamasi yang jelas-jelas makin menguntungkan kaum kapitalis dan menindas kaum miskin. Industri-industri besar milik asing semakin makmur di atas tanah reklamasi Indonesia. Penduduk pribumi Indonesia malah terusir dari Teluk Jakarta hingga memaksa mereka tinggal kolong –kolong jembatan. 

Sistem kapitalisme di dunia termasuk di indonesia ini telah menyebabkan kemiskinanan global. Jutaaan rakyatnya terbelenggu kemiskinan, sedang di sana klongomerat makin kaya. Klaim sesat Kapitalisme “pertumbuhan ekonomi adalah sarana utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat” semakin dapat dipatahkan. Dalih meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara bukannya menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat, justru memperlebar kesenjangan sosial dan memperburuk tingkat kemiskinan. Sistem kapitalisme telah berkali-kali terbukti hanya memusatkan kekayaan pada tangan segelintir orang dan memiskinkan rakyat secra massa.

Akibatnya kaum lelaki mengalami pengangguran massal, sehingga memaksa banyak wanita mencari pekerjaan ke luar negeri untuk bertahan hidup. Satu dari 54 wanita Indonesia harus berkerja di luar negeri untuk membantu keuangan keluarga, meninggalkan anak-anak mereka, dan menyebabkan mereka harus mengkrompromikan peran penting mereka sebagai ummu wa robbatul bait. Wanita yang mengadu nasib di luar negeri inipun mengalami berbagai siksaan, kekerasan, pelecehan, hal ini tak ubahkan dengan perbudakan era modern.

Selain itu, kapitalisme menuntut para lelaki maupun wanita untuk bekerja mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, hingga para wanita terpaksa harus bekerja layaknya lelaki. Fitrah wanita yang berbeda dengan lelaki tak lagi dipedulikan. Pemerintah telah memperkerjakan wanita dalam beberapa projeknya. Sehingga banyak wanita zaman ini menjadi tukang tenun, pekerja pabrik, bahkan buruh. Memang mereka mendapatkan beberapa keping uang, namun ia telah mengobrak-abrik rumah tangga mereka. Memang laki-laki mendapatkan manfaat dari hasilkerja istrinya, namun pada waktu bersamaan penghasilan lelaki menjadi lebih sedikit karena wanita menyertai mereka dalam bekerja. 

Padahal dalam islam martabat wanita sangat dijaga, dilindungi, dan dimuliakan. Islam tidak mewajibkan wanita untuk memberikan nafkah kepada dirinya sendiri. Namun islam mewajibkannya kepada sang ayah, saudara, suami, atau salah seorang dari kerabatya yang laki-laki. Oleh karena itu, wanita muslimah yang memiliki kesadaran tidak mencari-cari pekerjaan di luar rumah, kecuali jika dia sangat membutuhkan nafkah. Ia tidak berkerja di luar rumah kecuali jika masyarakat membutuhkan dirinya untuk menjalankan tugas yang menjadi keahliannya, selama tidak bertentangan dengan fitrah kewanitaannya, tetap menjaga martabatnya, serta tidak merusak nilai agama dan akhlaqnya.

أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون (المائدة : 50)
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Al Maidah : 50)

Masih nyamankah manusia di dunia ini mengikuti sistem kapitalisme ciptaan barat. Sedang Allah telah menyempurnakan segala aspek kehidupan dengan Islam. Kapitalisme terbukti telah menginjak-injak martabat wanita. Sedang Islam menjunjung tinggi dan memuliakan wanita. Seorang gadis Italia mahsiswi Universitas Oxford (setelah mengetahui bagaimana islam memberikan segala bentuk permuliaan kepada wanita muslimah dan bagaimana pahitnya kapitalisme barat) mengatakan “Sungguh, aku merasa iri terhadap wanita muslimah, andaikata aku dilahirkan di negeri kalain.”

Oleh karena itu, para muslimah KAMMI dengan ijtihad bersama berusaha memposisikan wanita dan memperdayakannya dengan benar. Badan Pemberdayaan Perempuan diharapkan dapat memberdayakan wanita sesuai karakternya agar dapat bermanfaat dalam masyarakat, dan juga dapat menghindarkan wanita dari arus kapitalisme. Tafsir tentang fiqih wanita akan selalu berkembang, namun gagasan tentang fitrah wanita sebagai ummu wa robbatul bait tidak akan pernah diubah.

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Iffa Abida




Wanita Itu Fitnah

Wanita adalah manusia yang sangat mulia. Cerminan keluarganya adalah cerminan dirinya. Wanita adalah tiang agama dan negaranya. Jika rusak wanitanya maka akan rusak pula agama dan negaranya. Sebaik-baik wanita adalah yang mampu menjaga dirinya dan keluargannya dari fitnah dunia. Tapi, perlu kita lihat di jaman sekarang ini banyak wanita-wanita yang lupa akan kodratnya sebagai wanita. Mereka berpura-pura menutup mata dan telinganya untuk tidak mendapatkan ilmu agama yang semestinya dia dapatkan. Mereka dengar dan mereka tahu tapi mereka tidak menjalankannya dengan baik karena mereka hanya mampu berfikir banyak tentang dunia. Mereka lalai dengan kewajibannya, mereka bahagia bila banyak lelaki yang menyanjungnya karena fisik yang ia miliki, seandainya mereka tahu bahwa sebaik-baik wanita adalah wanita sholehah. Bahkan, di dalam Islam wanita sangatlah di muliakan, terbukti bahwa di dalam Al-Quran nama wanita di abadikan dalam surah An-Nisa.

Indah memang indah, cantik memang cantik, itulah sebutan umum bagi wanita jaman sekarang. Adapun salah satu sebutan yang tidak dapat dipisahkan dari wanita adalah fitnah. Anak perempuan bisa menjadi fitnah bagi ayahnya, saudari perempuan bisa menjadi fitnah bagi saudara laki-lakinya, bahkan seorang istri bisa menjadi fitnah bagi suaminya. Jika mereka tidak menjauhkan diri dari segala macam fitnah dunia. Adapun bukti bahwa wanita adalah fitnah terbesar dunia yaitu ungkapan Imam Ibnu Hajar yang selaras dengan hadits baginda Rasulullah yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid yang menyatakan bahwa "Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita." (HR. Bukhari). Hadits ini tidak berlebihan karena itu benar-benar terbukti adanya. Karena meskipun wanita diciptakan dengan kondisi akal yang lemah, namun mereka mampu menundukkan lelaki yang cerdas, kuat dan gagah perkasa. Dan meskipun wanita diciptakan dengan keterbatasan agama, mereka juga dapat menundukkan ahli ibadah dan di buat lupa dari tuhannya. Tidak jarang milyader korupsi karena permintaan seorang istri tercinta, ada juga beberapa lelaki waras menjadi gila gara-gara wanita, dan bahkan seorang laki-laki bunuh diri karena cintanya kepada seorang wanita. Pantaslah jika baginda Rasulullah SAW mengatakan fitnah yang paling luar biasa adalah fitnah wanita.

Tulisan ini tidak ada maksud untuk menjadikan wanita sebagai sesuatu yang lemah bahkan buruk. Seandainya wanita di jaman sekarang tidak memiliki kedudukan, kecantikan, dan kesempatan seperti apa yang dimiliki oleh Zulaikha, maka perlu diketahui tidak ada lelaki saat ini yang mampu menahan fitnah wanita seperti Yusuf Alaihissalaam. Jadi, wanita hendaklah kalian berusaha menjaga diri, jangan sampai membuat lelaki berpaling dari Allah atau menyebabkan mereka bermaksiat kepada Allah. Baik itu suami, ayah, saudara laki-laki, bahkan orang lain yang ada di sekitarnya. Dan Allah Maha Adil menjadikan wanita sebagai fitnah yang luar biasa tetapi Allah juga memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi wanita untuk menjadi perhiasan termahal di dunia. Wallahu a'lam bisshowab.


Oleh : Nur Fajrin Aslam (Kadept Mekominfo)